Karya Sigit Budi Subarkah, Guru Sosiologi SMAN 1 Banjaran
Artikel ini merefleksikan kegiatan touring sebagai metafora kehidupan yang penuh makna, pembelajaran, dan kesadaran diri. Melalui pengalaman perjalanan jarak jauh menggunakan sepeda motor, penulis mengajak pembaca melihat hidup sebagai sebuah proses panjang yang tidak selalu mulus, dipenuhi persiapan, pilihan, rintangan, serta momen refleksi. Jalan lurus, tikungan tajam, tanjakan, hujan, hingga kebersamaan dalam rombongan dimaknai sebagai simbol dinamika kehidupan manusia yang menuntut keseimbangan antara keberanian dan kehati-hatian.
Artikel ini menegaskan bahwa kehidupan, sebagaimana touring, bukan semata tentang seberapa cepat mencapai tujuan, melainkan tentang bagaimana setiap proses dijalani dengan kesadaran, tanggung jawab, dan kebijaksanaan. Melalui bahasa yang reflektif dan filosofis, penulis mengajak pembaca untuk lebih menghargai perjalanan hidup, belajar dari setiap rintangan, serta menemukan makna dalam kebersamaan, kerendahan hati, dan ketekunan. Tulisan ini menjadi pengingat bahwa pengalaman hidup membentuk manusia, dan setiap perjalanan—sejauh apa pun—selalu menyimpan pelajaran berharga bagi mereka yang bersedia melaju dengan kesadaran penuh.






