Karya Muhammad Raffi Wattimena, Siswa kelas XII SMAN 1 Banjaran
Artikel “Sketsa Yang Rusak Pernah Ditunjukkan” karya Muhammad Raffi Wattimena membahas mengenai sudut pandang sketsa dalam seni yang tidak dan cenderung tidak ditampilkan kepada para khalayak. Penulis menyatakan bahwa sejatinya sketsa adalah awal dalam sebuah berkarya, di dalamnya banyak garis dan kekeliruan hingga lebih baik disimpan dibandingkan untuk dipamerkan. Kemudian penulis juga menyatakan bahwa proses yang tidak rapi ini kerap luput dari perhatian. Orang lebih mudah menikmati hasil dibandingkan perjalanan. Oleh karena itu kegagalan biasanya disimpan sendiri, dalam konteks ini Sketsa sering dianggap terlalu mentah dibicarakan. Padahal sejatin sketsa yang melahirkan sebuah makna dan ketahanan yang diuji.
Sketsa mengingatkan bahwa tidak semua yang penting harus dipamerkan. Ada bagian dari proses yang memang cukup dijalani. Garis-garis berantakan itu tidak sia-sia, ia pernah ada, pernah bekerja, dan diam-diam menopang sesuatu yang lebih utuh.




