Bahaya “Rajin” Belajar

Sebuah artikel karya Aghni Najna Aurelyanda, siswi kelas XII SMAN 1 Banjaran.

Refleksi singkat yang dikemukakan oleh Aghni Najna Aurelyanda, siswi SMAN 1 Banjaran mengenai Bahaya “Rajin” Belajar. Aghni Najna Aurelyanda menyoroti bahwa kerajinan yang selama ini diagungkan dalam dunia pendidikan tidak selalu berbanding lurus dengan pemahaman. Slogan “rajin pangkal pandai” kerap disalahartikan, seolah kuantitas waktu belajar otomatis menghasilkan kualitas berpikir. Padahal, jika proses belajar dijalankan dengan metode yang keliru dan fondasi logika yang lemah, kerajinan justru dapat menjerumuskan seseorang lebih dalam pada kesalahan pemahaman.

Melalui perspektif ini, rajin belajar bukan lagi dipandang sekadar aktivitas mengulang materi, tetapi bagaimana seseorang membangun cara berpikir, menyaring informasi, serta memahami dasar keilmuan dengan benar. Sebab, pemahaman yang salah namun dipupuk terus-menerus hanya akan menumbuhkan ilusi kepintaran. Maka, penting untuk sesekali berhenti, mengevaluasi metode belajar, dan memastikan setiap usaha yang dilakukan benar-benar mengarah pada pertumbuhan intelektual yang bermakna — bukan sekadar sibuk, tetapi bertumbuh.

Klik di sini untuk selengkapnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Kabar Sekolah Lainnya

Pengumuman

SPMB Tahap 2 Sudah Di Buka
PENGUMUMAN SPMB 2025 TAHAP 1

Prestasi

BAPOPSI OPEN 1 JAWA BA...
BAPOPSI OPEN 1 JAWA BA...